Petugas Rutan Medan Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Lewat Layanan Kunjungan

MEDAN – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui layanan kunjungan yang digelar pada Sabtu (17/10/2026). Upaya tersebut diketahui dilakukan oleh seorang pengunjung wanita berinisial ES yang hendak membesuk suaminya, salah seorang warga binaan di rutan tersebut. Dari tangan pengunjung itu, petugas mengamankan dua paket yang diduga narkotika jenis sabu serta tiga butir pil yang diduga ekstasi atau inex. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengawasan di pintu masuk rutan terus dijalankan secara ketat. Temuan tersebut sekaligus menambah daftar upaya penyelundupan barang terlarang yang berhasil dicegah oleh petugas.

Temuan itu terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan pengunjung di area layanan kunjungan Rutan Kelas I Medan. Pemeriksaan tersebut merupakan prosedur standar yang diberlakukan kepada setiap orang yang hendak masuk ke lingkungan rutan. Dalam pemeriksaan yang dilakukan secara cermat, petugas menemukan barang terlarang yang disembunyikan di dalam sebuah dompet milik pengunjung. Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengamanan barang bukti serta pengamanan terhadap pengunjung yang bersangkutan. Seluruh proses berlangsung sesuai dengan prosedur yang berlaku di lingkungan rutan.

Upaya penyelundupan tersebut diduga dilakukan dengan memanfaatkan situasi ramainya pengunjung yang datang pada hari layanan kunjungan. Keramaian pengunjung kerap dimanfaatkan oleh pihak tertentu dengan harapan petugas lengah dalam melakukan pemeriksaan. Namun, ketelitian petugas di lapangan berhasil membuat upaya tersebut tidak berjalan mulus. Pemeriksaan yang dilakukan secara berlapis terhadap badan dan barang bawaan menjadi kunci terungkapnya kasus ini. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan petugas tidak boleh kendur, terutama saat jumlah pengunjung meningkat.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Kelas I Medan, Yoslan J.H. Doloksaribu, menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan. Menurutnya, petugas selalu melaksanakan pemeriksaan secara cermat terhadap setiap pengunjung beserta barang yang dibawanya. Ia menyebut langkah tersebut bersifat preventif agar barang-barang terlarang tidak dapat masuk ke dalam rutan. Yoslan menekankan bahwa kedisiplinan petugas menjadi faktor utama dalam menjaga steril­nya lingkungan rutan dari barang terlarang. Pernyataan itu disampaikannya sebagai bentuk penegasan komitmen jajarannya dalam menjalankan tugas pengamanan.

Yoslan juga menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan prosedur pengamanan secara konsisten tanpa mengabaikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengetatan pemeriksaan tidak dimaksudkan untuk mempersulit pengunjung, melainkan untuk menjamin keamanan seluruh penghuni dan petugas di dalam rutan. Pelayanan kunjungan tetap diberikan sesuai ketentuan bagi keluarga yang ingin bertemu dengan warga binaan. Keseimbangan antara pelayanan dan pengamanan dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap rutan tetap terjaga. Petugas pun diminta tetap ramah, tetapi tegas dalam menjalankan prosedur yang telah ditetapkan.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Rutan Kelas I Medan segera berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polsek Helvetia untuk penanganan lebih lanjut. Koordinasi dilakukan agar barang bukti maupun pengunjung yang bersangkutan dapat segera diserahkan kepada pihak berwenang. Langkah cepat tersebut diambil guna memastikan proses hukum dapat berjalan tanpa hambatan. Kerja sama antarinstansi ini juga memperlihatkan sinergi yang baik antara pihak rutan dan kepolisian dalam pemberantasan peredaran narkotika. Pihak rutan memastikan seluruh informasi yang dibutuhkan penyidik akan disampaikan secara terbuka.

Selanjutnya, kasus tersebut diproses oleh pihak kepolisian untuk menjalani penyidikan dan pemeriksaan sesuai dengan prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku. Penyidik akan mendalami asal-usul barang haram tersebut serta tujuan pengiriman ke dalam rutan. Pemeriksaan juga diharapkan dapat mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam upaya penyelundupan itu. Hingga berita ini disusun, status hukum pengunjung berinisial ES masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Sesuai asas praduga tak bersalah, proses hukum diharapkan berjalan secara adil dan transparan.

Keberhasilan penggagalan ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Kelas I Medan dalam memperketat pengawasan layanan kunjungan. Pengetatan tersebut ditujukan untuk mencegah peredaran serta masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan rutan. Peredaran narkotika di dalam rutan dinilai sangat membahayakan karena dapat merusak upaya pembinaan terhadap warga binaan. Oleh karena itu, setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan untuk menyelundupkan barang terlarang terus ditutup oleh petugas. Upaya ini diharapkan memberi efek jera bagi pihak mana pun yang mencoba melakukan hal serupa.

Rutan Kelas I Medan juga mengimbau para pengunjung agar mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama layanan kunjungan berlangsung. Pengunjung diminta tidak membawa barang terlarang dalam bentuk apa pun dan bersedia menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Imbauan ini disampaikan agar proses kunjungan dapat berjalan lancar, tertib, dan nyaman bagi semua pihak. Keluarga warga binaan diharapkan turut menjaga marwah rutan dengan tidak tergoda membantu memasukkan barang yang melanggar hukum. Kepatuhan pengunjung dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman dan kondusif.

Ke depan, Rutan Kelas I Medan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan guna menjaga keamanan dan ketertiban. Pihak rutan memastikan seluruh layanan kunjungan akan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penguatan pemeriksaan, baik terhadap badan maupun barang bawaan, akan terus dilakukan secara konsisten oleh petugas. Dengan pengawasan yang ketat dan dukungan masyarakat, rutan diharapkan benar-benar bersih dari narkotika dan barang terlarang lainnya. Perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini akan terus disampaikan sesuai dengan hasil penyidikan pihak kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *