
EDITORMEDAN.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur. Hingga akhir September 2025, sebanyak 44,95 kilometer jalan, lima jembatan, serta dua irigasi telah berhasil diperbaiki dan difungsikan kembali untuk kepentingan masyarakat.
Program perbaikan ini masuk ke dalam skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, serta bagian dari Program Strategis Daerah (PSD). Keduanya difokuskan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terkait infrastruktur dasar.
Bobby Nasution menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, hingga irigasi bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin masyarakat merasakan langsung dampak positif dari pembangunan ini,” ujar Bobby.
Menurut data Pemprov Sumut, dari total panjang jalan provinsi yang perlu perbaikan, hampir 45 kilometer telah dikerjakan pada tahun berjalan. Angka ini menunjukkan progres signifikan, meskipun kebutuhan infrastruktur di Sumut masih sangat besar.
Selain jalan, pembangunan lima jembatan juga menjadi prioritas utama. Keberadaan jembatan yang layak sangat penting untuk memperlancar akses transportasi barang dan orang, terutama di daerah yang mengandalkan hasil pertanian dan perkebunan.
Dua daerah irigasi yang turut diperbaiki juga menjadi catatan penting. Dengan meningkatnya fungsi irigasi, para petani di wilayah tersebut diharapkan dapat lebih mudah mendapatkan pasokan air sehingga produktivitas pertanian ikut terangkat.
Bobby menilai, perbaikan infrastruktur yang dilakukan secara simultan akan mendukung program ketahanan pangan. Irigasi yang baik dan akses jalan yang memadai adalah kombinasi penting dalam memperkuat sektor pertanian di Sumut.
Di sisi lain, Pemprov Sumut menekankan bahwa proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kualitas. Setiap proyek dikawal ketat agar tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga bertahan lama dan bermanfaat luas bagi masyarakat.
Masyarakat di sejumlah daerah yang telah merasakan manfaat perbaikan jalan dan jembatan mengaku lebih mudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Biaya transportasi pun berkurang karena kendaraan tidak lagi terhambat jalan rusak.
Sementara itu, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menilai pembangunan jalan memberikan dampak ekonomi. Distribusi produk menjadi lebih cepat, sehingga daya saing mereka di pasar meningkat.
Para petani yang berada di daerah irigasi yang diperbaiki menyampaikan rasa syukur. Mereka optimis hasil panen akan lebih baik karena lahan pertanian kini lebih terjamin pasokan airnya.
Pengamat pembangunan daerah menilai langkah Pemprov Sumut sudah berada di jalur yang tepat. Dengan memperkuat infrastruktur dasar, Sumut akan memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Kendati begitu, sejumlah tantangan masih menanti, terutama terkait pemerataan pembangunan di daerah-daerah terpencil. Pemprov berkomitmen untuk terus melanjutkan program PHTC dan PSD agar manfaat pembangunan bisa dirasakan merata.
Bobby menegaskan, program infrastruktur akan terus digenjot hingga akhir masa jabatannya. Ia berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta bisa mempercepat pencapaian pembangunan Sumut yang lebih maju.
Dengan capaian 44,95 kilometer jalan, lima jembatan, dan dua irigasi yang sudah diperbaiki, Pemprov Sumut menunjukkan langkah konkret membangun daerah. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan bukan sekadar janji, melainkan kerja nyata untuk kesejahteraan rakyat.
