Aksi Pencurian Kabel dan Trafo PLN di Medan Denai: Modus Baru yang Ancam Keamanan Publik

EDITORMEDAN.COM – Medan, 14 Oktober 2025 — Aksi kejahatan pencurian material milik negara kini semakin nekat dan berani. Setelah maraknya pencurian besi dan barang proyek, kini para pelaku kejahatan di Medan mulai mengincar kabel serta trafo milik PLN. Kejadian terbaru berlangsung pada Selasa (14/10/2025) dini hari di Jalan Denai Gang Pena, Kelurahan TSM III, Kecamatan Medan Denai.

Sekitar pukul 04.00 WIB, enam remaja yang datang menaiki becak motor diduga berusaha memotong kabel listrik dan mencabut trafo dari tiang PLN. Aksi berani itu sempat menghebohkan warga sekitar yang mendengar suara mencurigakan dari arah tiang listrik.

Seorang warga bernama Rizal (35) mengatakan bahwa dirinya sempat keluar rumah setelah mendengar suara logam jatuh. “Saya pikir ada orang jatuh dari motor, tapi setelah saya lihat, ternyata mereka lagi bongkar kabel di tiang listrik,” ujarnya.

Rizal pun segera membangunkan warga lainnya untuk memastikan apa yang terjadi. Namun sebelum warga sempat mendekat, para pelaku sudah kabur meninggalkan lokasi dengan becak motor yang mereka gunakan.

Menurut kesaksian warga, para pelaku tampak mengenakan pakaian seragam layaknya pekerja listrik untuk mengelabui masyarakat sekitar. Hal ini membuat sebagian warga awalnya tidak curiga terhadap aktivitas mereka.

Petugas PLN yang datang ke lokasi setelah laporan warga memastikan bahwa kabel dan trafo di tiang tersebut mengalami kerusakan. “Kabel utama sudah sempat terpotong sebagian, dan baut pengikat trafo sudah longgar. Untung belum sampai jatuh,” ujar salah satu teknisi PLN, Andri.

Kerusakan itu menyebabkan aliran listrik di sebagian kawasan Gang Pena sempat padam selama beberapa jam. Tim PLN pun langsung melakukan perbaikan darurat untuk mengembalikan pasokan listrik warga.

Kapolsek Medan Area, Kompol Doni Lubis, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. “Kami sudah kantongi ciri-ciri becak motor yang digunakan. Saat ini sedang kami telusuri lewat rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Pihak kepolisian menduga aksi ini merupakan bagian dari jaringan pencurian kabel dan trafo yang sebelumnya juga beraksi di kawasan Medan Amplas dan Tembung. “Ada pola yang sama. Mereka beroperasi dini hari, membawa alat potong, dan menggunakan becak motor untuk mengangkut barang curian,” tambah Doni.

Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Selain kerusakan peralatan listrik, masyarakat juga dirugikan karena padamnya listrik di beberapa rumah dan toko.

Pihak PLN mengaku prihatin dengan meningkatnya kasus pencurian kabel dan trafo akhir-akhir ini. Manajer PLN Medan Selatan, Wahyu Pranata, mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli rutin dan bekerja sama dengan aparat untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat orang mencurigakan memanjat tiang listrik atau membuka panel trafo, terutama di malam hari,” ujar Wahyu.

Fenomena pencurian infrastruktur listrik ini menunjukkan adanya peningkatan modus kejahatan yang merugikan negara sekaligus membahayakan keselamatan pelaku dan warga sekitar. “Kalau mereka salah potong kabel, risikonya bisa tersetrum hingga meninggal,” tambah Wahyu.

Selain memburu pelaku, kepolisian juga berencana menelusuri ke mana hasil curian tersebut dijual. Diduga kuat, barang hasil curian seperti kabel tembaga dan komponen trafo dijual ke pengepul logam di luar kota.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak. Aksi pencurian yang merusak fasilitas vital publik tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat. Pemerintah diharapkan meningkatkan pengawasan serta memberikan efek jera bagi pelaku.

Dengan maraknya aksi serupa, kerja sama antara aparat, PLN, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga infrastruktur kelistrikan di Kota Medan agar tetap aman dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *