
EDITORMEDAN.COM Pertemuan tertutup antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Kepala BP BUMN Donny Oskaria digelar di kantor Kementerian ESDM, Selasa (25/11/2025). Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas kesiapan pasokan dan kuota LPG menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Rapat itu berlangsung dalam suasana serius mengingat kebutuhan LPG di Indonesia biasanya meningkat drastis pada akhir tahun. Lonjakan konsumsi dipicu oleh meningkatnya aktivitas rumah tangga dan sektor kuliner selama masa libur panjang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan LPG, terutama LPG subsidi ukuran 3 kilogram. Ia menyebut pasokan harus dipastikan aman hingga awal Januari.
Menurut Bahlil, salah satu fokus pembahasan adalah memastikan distribusi LPG berjalan tanpa hambatan, khususnya di wilayah yang sering mengalami gangguan suplai ketika musim liburan tiba. Pemerintah ingin menghindari antrean panjang dan kelangkaan seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan LPG subsidi. Ia menekankan perlunya menjaga alokasi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pelaku industri.
Kepala BP BUMN Donny Oskaria menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan supply chain LPG tetap stabil. Koordinasi ini mencakup kesiapan di tingkat produksi, depot, hingga agen penyalur.
Pertamina, kata Donny, telah diminta menambah stok penyangga di sejumlah titik strategis sebagai antisipasi lonjakan permintaan. Upaya ini diharapkan mampu mencegah kekosongan pasokan mendadak di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti perlunya memperkuat sistem monitoring distribusi LPG. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat mendeteksi lebih cepat jika terjadi lonjakan permintaan yang tidak wajar.
Menteri Purbaya menilai bahwa manajemen pasokan energi, termasuk LPG, memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ketersediaan bahan bakar rumah tangga ini berkaitan erat dengan inflasi jelang akhir tahun.
Bahlil menambahkan, selain peningkatan permintaan, faktor cuaca ekstrem akhir tahun juga perlu diperhitungkan. Cuaca buruk sering menghambat distribusi, terutama di daerah terpencil dan kepulauan.
Pemerintah memastikan bahwa koordinasi lintas lembaga akan ditingkatkan demi menjamin pasokan LPG tetap lancar. Hal ini mencakup komunikasi cepat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pertamina, dan pihak distributor.
Rapat tersebut juga membahas rencana cadangan operasional untuk menghadapi skenario terburuk, seperti keterlambatan kapal pengangkut atau kerusakan fasilitas penyimpanan.
Selain memastikan pasokan, pemerintah juga menekankan perlunya sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan LPG secara aman. Setiap akhir tahun, kasus kebakaran akibat tabung bocor kerap meningkat.
Masyarakat diimbau mengganti regulator dan selang LPG secara berkala untuk mengurangi risiko. Pemerintah juga akan menggencarkan edukasi melalui media daerah dan agen LPG resmi.
Donny Oskaria memastikan BP BUMN siap mendukung seluruh langkah pemerintah dalam pengamanan suplai energi nasional. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama menghadapi masa liburan yang padat konsumsi.
Usai rapat, ketiga pejabat tersebut tidak memberikan keterangan panjang kepada media. Namun, mereka memastikan hasil keputusan akan segera diumumkan secara resmi setelah dirumuskan dalam dokumen teknis.
Sementara itu, sejumlah pengamat energi menilai langkah pemerintah ini sangat penting mengingat konsumsi LPG terus meningkat setiap tahun. Ketersediaan yang aman diyakini mampu menekan potensi gejolak harga.
Rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan depan untuk memfinalisasi distribusi di daerah rawan kelangkaan, termasuk wilayah luar Jawa. Pemerintah berkomitmen menjaga kenyamanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, pemerintah berharap pasokan LPG sepanjang akhir tahun hingga awal 2026 dapat berjalan lancar tanpa gangguan signifikan.
