
TOL SUMATERA – PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode mudik Lebaran 2026. Sebanyak 104.409 unit kendaraan tercatat melintasi ruas tol tersebut, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari normal.
Kenaikan trafik ini mencapai 4,65 persen jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas pada hari biasa. Data tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan jalan tol sebagai jalur utama perjalanan mudik.
Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengungkapkan bahwa peningkatan arus kendaraan masih terus terjadi di sejumlah ruas strategis JTTS.
Menurutnya, lonjakan volume kendaraan paling terasa pada ruas-ruas yang menjadi penghubung antar kota besar serta akses menuju kawasan perkotaan. Ruas ini menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih cepat dan efisien.
Salah satu ruas yang mencatat peningkatan paling signifikan adalah Tol Sigli-Banda Aceh, khususnya pada seksi 2 hingga 6 (Seulimeum–Baitussalam).
Pada ruas tersebut, peningkatan trafik bahkan mencapai 80,90 persen dibandingkan kondisi normal. Lonjakan ini menunjukkan peran strategis ruas tol tersebut dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Aceh.
Hutama Karya menyebutkan bahwa peningkatan arus lalu lintas ini telah diantisipasi melalui berbagai langkah operasional. Di antaranya adalah penambahan petugas di lapangan, peningkatan layanan gardu tol, serta pemantauan lalu lintas secara real-time.
Selain itu, perusahaan juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung seperti rest area, layanan informasi, serta sistem pembayaran tol elektronik agar tetap berjalan optimal selama periode mudik.
Peningkatan trafik ini juga menjadi indikator bahwa kehadiran JTTS semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jalan tol tidak hanya mempercepat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan kenyamanan perjalanan jarak jauh.
Di sisi lain, Hutama Karya juga mengimbau para pengguna jalan tol untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik, terutama di tengah tingginya volume kendaraan.
Pengendara diharapkan menjaga kecepatan, menjaga jarak aman, serta beristirahat di rest area jika merasa lelah. Hal ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan tol.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemeriksaan kendaraan menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan selama mudik.
Hutama Karya juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di seluruh ruas JTTS. Sinergi ini diperlukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan di titik-titik tertentu.
Dengan peningkatan trafik yang terjadi, perusahaan optimistis JTTS akan terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan lintas wilayah di Pulau Sumatera. Infrastruktur ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, lonjakan jumlah kendaraan selama mudik Lebaran 2026 menjadi bukti bahwa JTTS memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Hutama Karya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan guna memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.
