
KOTA MEDAN – Pemerintah Kota Medan kembali menggelar ajang tahunan Ramadan Fair XX pada 25 Februari hingga 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang dinantikan masyarakat setiap bulan suci. Ramadan Fair tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat nilai religius dan ekonomi kerakyatan. Agenda tersebut disiapkan sebagai ruang interaksi sosial warga Kota Medan. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ramadan Fair XX digelar sebagai bentuk komitmen Pemko Medan dalam merawat tradisi sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diramaikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk kuliner, busana muslim, hingga kerajinan tangan akan ditampilkan. Event ini juga menjadi momentum promosi produk lokal kepada masyarakat luas. Antusiasme warga diprediksi tetap tinggi seperti penyelenggaraan sebelumnya.
Selain bazar UMKM, Ramadan Fair XX akan menghadirkan panggung hiburan bernuansa Islami. Sejumlah grup nasyid, seni religi, dan penampilan budaya dijadwalkan meramaikan acara. Kegiatan tersebut dirancang agar tetap selaras dengan semangat Ramadan. Panitia memastikan seluruh rangkaian acara mengedepankan nilai edukatif dan religius. Dengan demikian, Ramadan Fair tetap menjadi ruang hiburan yang positif.
Pemko Medan menekankan pentingnya pengelolaan kegiatan secara tertib dan profesional. Koordinasi lintas perangkat daerah telah dilakukan untuk memastikan kelancaran acara. Aspek keamanan, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Petugas akan disiagakan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati acara dengan aman dan tertib.
Ramadan Fair juga berperan sebagai sarana memperkuat silaturahmi antarwarga. Momen berbuka puasa bersama di lokasi acara menjadi daya tarik tersendiri. Warga dari berbagai kecamatan biasanya memadati area kegiatan menjelang waktu berbuka. Suasana kebersamaan yang tercipta menjadi ciri khas Ramadan Fair setiap tahunnya. Pemerintah berharap nilai persaudaraan ini terus terjaga.
Dari sisi ekonomi, kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan perputaran uang di tingkat lokal. Pelaku UMKM memperoleh peluang besar untuk meningkatkan omzet penjualan. Momentum Ramadan dikenal sebagai periode dengan tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat. Dengan adanya Ramadan Fair, transaksi ekonomi diharapkan semakin tumbuh. Hal ini sekaligus mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.
Panitia pelaksana juga memastikan proses seleksi peserta bazar dilakukan secara transparan. Prioritas diberikan kepada pelaku usaha lokal yang memenuhi persyaratan administrasi. Standarisasi harga dan kualitas produk menjadi perhatian penting. Tujuannya agar pengunjung memperoleh produk yang layak dan terjangkau. Pengawasan akan dilakukan secara berkala selama kegiatan berlangsung.
Dalam aspek tata ruang, lokasi penyelenggaraan akan ditata sedemikian rupa agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Rekayasa lalu lintas kemungkinan diterapkan menyesuaikan kondisi lapangan. Aparat kepolisian dan dinas perhubungan akan dilibatkan untuk mengatur kelancaran kendaraan. Pengunjung diimbau mematuhi petunjuk yang telah ditetapkan panitia. Kesadaran bersama menjadi kunci kelancaran acara.
Ramadan Fair XX juga diharapkan menjadi wadah edukasi bagi generasi muda. Selain hiburan, sejumlah kegiatan bernuansa dakwah dan tausiah akan digelar. Kehadiran penceramah dan tokoh agama menjadi bagian dari rangkaian acara. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat nilai spiritual selama bulan Ramadan. Pemerintah ingin menghadirkan keseimbangan antara hiburan dan pembinaan rohani.
Tak hanya itu, aspek kebersihan lingkungan turut menjadi perhatian utama. Panitia akan menyediakan fasilitas tempat sampah di berbagai titik lokasi acara. Petugas kebersihan akan bekerja setiap hari untuk menjaga area tetap bersih. Pengunjung juga diminta berpartisipasi menjaga kebersihan. Lingkungan yang bersih akan meningkatkan kenyamanan bersama.
Ramadan Fair telah menjadi agenda rutin yang memperkaya kalender event Kota Medan. Konsistensi penyelenggaraan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga tradisi lokal. Setiap tahun, evaluasi dilakukan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan. Perbaikan sistem manajemen acara terus dilakukan agar lebih profesional. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Keamanan pengunjung menjadi fokus utama selama kegiatan berlangsung. Petugas keamanan dari berbagai unsur akan ditempatkan di sejumlah titik strategis. Sistem pengawasan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan ketertiban. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat demi kelancaran acara. Dengan langkah tersebut, diharapkan situasi tetap kondusif.
Pemerintah Kota Medan juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan Fair sebagai ruang kegiatan positif. Warga diimbau datang bersama keluarga dengan tetap menjaga ketertiban. Kehadiran masyarakat akan menjadi indikator keberhasilan acara. Semakin tinggi partisipasi publik, semakin besar dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan. Ramadan Fair diharapkan menjadi kebanggaan bersama.
Dengan jadwal pelaksanaan selama hampir tiga pekan, Ramadan Fair XX 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event terbesar di Kota Medan pada awal tahun. Persiapan matang telah dilakukan agar kegiatan berjalan lancar. Pemerintah optimistis event ini mampu menghadirkan suasana Ramadan yang meriah dan bermakna. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya acara. Ramadan Fair pun kembali hadir sebagai simbol kebersamaan dan semangat berbagi di Kota Medan.
