
EDITORMEDAN.COM – Peristiwa tragis mengguncang warga Kota Medan setelah seorang dosen perguruan tinggi negeri tewas akibat penikaman. Korban diketahui berinisial Dr Ir OKH, berusia 58 tahun. Ia merupakan dosen yang aktif mengajar di Universitas Sumatera Utara. Kejadian tersebut terjadi di kediaman korban di Jalan Alumunium III, Kecamatan Medan Deli. Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Pelaku penikaman diketahui merupakan anak kandung korban sendiri. Remaja tersebut berinisial HFZ dan berusia 18 tahun. Aksi kekerasan dalam keluarga ini terjadi pada Minggu, 30 November 2025. Penikaman dilakukan di dalam rumah korban. Peristiwa ini berujung pada meninggalnya korban di lokasi kejadian.
Warga sekitar mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Selama ini, keluarga korban dikenal tertutup dan jarang terdengar konflik. Tidak ada tanda-tanda keributan besar sebelum peristiwa terjadi. Beberapa warga hanya mengetahui adanya kejadian setelah melihat aparat kepolisian datang. Suasana lingkungan pun mendadak mencekam.
Kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area rumah korban. Sejumlah barang bukti diamankan oleh penyidik. Proses penyelidikan dilakukan secara intensif.
Kepala Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelaku telah diamankan tak lama setelah kejadian. Penangkapan dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif di balik penikaman tersebut.
Menurut keterangan awal, pelaku dan korban berada di rumah saat kejadian berlangsung. Tidak ada pihak lain yang terlibat secara langsung. Konflik diduga terjadi sebelum penikaman dilakukan. Namun, polisi belum merinci pemicu utama peristiwa tersebut. Pendalaman masih terus dilakukan oleh penyidik.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian secara medis. Autopsi juga diperlukan sebagai bagian dari proses hukum. Keluarga korban menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada pihak berwenang. Hasil autopsi akan menjadi bagian penting dalam berkas perkara.
Pihak Universitas Sumatera Utara turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban. Korban dikenal sebagai dosen yang berdedikasi dan memiliki rekam jejak baik. Rekan sejawat dan mahasiswa merasa kehilangan sosok pendidik tersebut. Kampus menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum. Dukungan moral diberikan kepada keluarga korban.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan kekerasan dalam rumah tangga. Konflik keluarga yang tidak tertangani dengan baik dapat berujung pada tragedi. Para ahli menilai pentingnya komunikasi dan pendampingan psikologis dalam keluarga. Terlebih jika melibatkan remaja yang masih labil secara emosional. Pencegahan menjadi kunci utama agar peristiwa serupa tidak terulang.
Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan. Meskipun pelaku masih berusia muda, hukum tetap ditegakkan. Penanganan terhadap pelaku akan memperhatikan ketentuan hukum pidana anak. Aspek perlindungan anak tetap menjadi pertimbangan. Namun, keadilan bagi korban juga menjadi prioritas.
Iptu Agus Purnomo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berspekulasi terkait motif. Semua keterangan akan disampaikan setelah penyelidikan rampung. Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung. Pemeriksaan psikologis terhadap pelaku juga dipertimbangkan. Langkah ini untuk memastikan gambaran utuh peristiwa.
Lingkungan tempat tinggal korban kini kembali kondusif. Aparat keamanan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Warga diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi isu liar. Informasi resmi hanya akan disampaikan oleh pihak kepolisian. Hal ini untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.
Kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kesehatan mental dalam keluarga. Tekanan emosional yang terpendam dapat berdampak fatal. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan. Peran lembaga sosial juga dinilai penting dalam pencegahan konflik. Kesadaran kolektif harus terus ditingkatkan.
Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya faktor lain. Setiap aspek akan ditelusuri secara menyeluruh. Tidak ada kesimpulan yang diambil secara terburu-buru. Proses hukum dijalankan dengan prinsip kehati-hatian. Transparansi menjadi komitmen aparat.
Kasus ini menarik perhatian publik luas. Banyak pihak menyampaikan keprihatinan mendalam. Media sosial turut dipenuhi ungkapan duka dan keprihatinan. Namun, masyarakat diimbau tidak menghakimi sebelum proses hukum selesai. Asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi.
Pemerhati sosial menilai perlunya penguatan edukasi parenting. Orang tua dan anak perlu memiliki ruang dialog yang sehat. Konflik harus diselesaikan tanpa kekerasan. Pendidikan karakter dalam keluarga menjadi fondasi penting. Hal ini relevan untuk mencegah tragedi serupa.
Dalam waktu dekat, polisi akan menyampaikan perkembangan terbaru. Konferensi pers direncanakan setelah pemeriksaan awal selesai. Berkas perkara akan disiapkan untuk tahap selanjutnya. Koordinasi dengan kejaksaan juga akan dilakukan. Semua proses berjalan sesuai prosedur hukum.
Keluarga korban masih dalam suasana duka mendalam. Kerabat dan rekan korban terus berdatangan memberikan dukungan. Prosesi pemakaman dilakukan secara tertutup. Keluarga berharap kasus ini ditangani secara adil. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum.
Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi masyarakat Medan. Kekerasan dalam keluarga dapat terjadi di lingkungan mana pun. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Perhatian terhadap kesehatan mental perlu ditingkatkan. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak.
