
Polrestabes Medan – Terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Program Prioritas Kapolri secara nyata di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua kegiatan utama, yakni Subuh Keliling dan Polisi Peduli Pangan, yang digelar pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan bersama Wakapolda Sumatera Utara. Lokasi kegiatan berada di kawasan Jermal XV, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kehadiran jajaran pimpinan kepolisian tersebut disambut hangat oleh warga setempat.
Pemilihan Jermal XV sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Selama ini, kawasan tersebut kerap dilekati label negatif akibat peredaran narkoba yang pernah terjadi di wilayah itu. Stigma tersebut dinilai turut memengaruhi cara pandang masyarakat luas terhadap warga yang bermukim di sana. Oleh karena itu, kepolisian merasa perlu hadir dengan pendekatan yang lebih menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan citra kawasan tersebut.
Polrestabes Medan memilih pendekatan yang berbeda dalam menangani persoalan di Jermal XV. Perubahan tidak hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan humanis yang mampu menyentuh hati masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang stigma. Selain itu, pendekatan ini juga membuka peluang bagi terciptanya kehidupan yang lebih baik. Kepolisian meyakini bahwa kepercayaan warga hanya dapat dibangun melalui kehadiran dan kepedulian yang nyata.
Kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu bentuk kehadiran kepolisian di tengah masyarakat sejak dini hari. Melalui kegiatan ini, jajaran kepolisian berbaur dan bersilaturahmi langsung dengan warga setempat. Suasana kebersamaan terasa kental ketika petugas dan masyarakat berinteraksi dalam suasana yang akrab. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mendengar langsung berbagai keluhan dan harapan warga. Interaksi semacam itu dinilai efektif dalam mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Berbagai langkah transformatif sebenarnya telah lebih dahulu berjalan di kawasan tersebut. Langkah itu mencakup Polisi Peduli Pendidikan yang menyasar peningkatan akses belajar bagi anak-anak setempat. Selain itu, ada pula Polisi Peduli Lingkungan yang diwujudkan melalui penanaman sebanyak 1.997 pohon. Kegiatan Jumat Keliling juga rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendekatkan polisi dengan warga. Seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa pembenahan kawasan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kepolisian juga membuka ruang dialog langsung guna menyerap aspirasi warga Jermal XV. Ruang dialog tersebut memungkinkan masyarakat menyampaikan persoalan yang dihadapi tanpa rasa takut atau canggung. Setiap masukan yang diterima dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun program-program berikutnya. Dengan cara ini, warga tidak hanya menjadi sasaran program, tetapi juga turut dilibatkan sebagai mitra. Pola kerja tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat.
Sebagai kelanjutan dari komitmen tersebut, jajaran kepolisian menaburkan 1.997 benih ikan gurame dalam kegiatan Polisi Peduli Pangan. Penaburan benih itu bertujuan mendukung ketahanan pangan warga setempat secara berkelanjutan. Ikan gurame dipilih karena dinilai memiliki nilai ekonomi dan dapat dibudidayakan oleh masyarakat. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan membuka sumber penghasilan baru bagi keluarga di Jermal XV. Program tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kepolisian turut peduli pada kesejahteraan warga.
Kegiatan yang berlangsung di Jermal XV itu juga mencerminkan semangat kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif. Kolaborasi tersebut juga dinilai penting dalam mencegah kembalinya peredaran narkoba di kawasan itu. Dengan keterlibatan aktif warga, upaya menjaga ketertiban akan berjalan lebih efektif.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kepolisian ingin membuktikan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) tidak hanya bertujuan menjaga ketenteraman. Lebih dari itu, harkamtibmas juga dapat menjadi sarana membangun kualitas kehidupan warga secara menyeluruh. Pendekatan yang mengedepankan kepedulian dinilai mampu memberi dampak yang lebih tahan lama dibandingkan penindakan semata. Hal ini sejalan dengan semangat Program Prioritas Kapolri yang menekankan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Kepolisian berharap pola ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Ke depan, Polrestabes Medan berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas program-program serupa di kawasan Jermal XV. Berbagai pihak berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, label negatif yang selama ini melekat pada kawasan tersebut dapat berganti dengan citra yang lebih positif. Warga pun diharapkan semakin berdaya dan memiliki harapan yang lebih cerah untuk masa depan. Perubahan yang dimulai dari Jermal XV ini diharapkan menjadi inspirasi bagi upaya serupa di tempat lain.
