
PEMKO MEDAN – Pemerintah Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Pelaksanaan Tracing Tuberkulosis (TBC) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis pada Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Camat Medan Kota dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan di tingkat kota hingga kewilayahan. Rakor ini digelar sebagai upaya memperkuat langkah bersama dalam menanggulangi penyakit menular yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Suasana pertemuan berlangsung serius dengan pembahasan yang berfokus pada langkah-langkah konkret di lapangan. Pemko Medan berharap kegiatan ini dapat menghasilkan komitmen nyata dari seluruh pihak yang terlibat.
Tujuan utama rapat koordinasi tersebut adalah memperkuat kerja sama lintas sektor guna meningkatkan capaian skrining TBC di Kota Medan. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk mempercepat upaya penanggulangan TBC secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemerintah menilai capaian skrining yang optimal menjadi fondasi penting dalam menemukan kasus sedini mungkin. Penemuan kasus yang cepat dinilai dapat memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Rakor tersebut melibatkan jajaran pemerintah kota, Dinas Kesehatan, para camat, kepala puskesmas, serta unsur kewilayahan lainnya. Keterlibatan berbagai pihak itu mencerminkan bahwa penanggulangan TBC tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja. Setiap unsur diharapkan memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam mendukung program tersebut. Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan langkah kerja di setiap wilayah. Dengan demikian, pelaksanaan program di lapangan diharapkan berjalan seragam dan terarah.
Melalui rapat ini, pemerintah mendorong keterlibatan aktif pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam mendukung pelacakan kontak TBC. Pelacakan kontak tersebut dirancang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis agar jangkauan pemeriksaan semakin luas. Pemerintah juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat yang menjalani pemeriksaan sesuai dengan kriteria sasaran program. Ketepatan sasaran dinilai penting agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif. Integrasi dua program tersebut diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus di tengah masyarakat.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam kegiatan ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan, Muhammad Sofyan. Dalam arahannya, Sofyan menekankan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama seluruh unsur pemerintahan. Menurutnya, upaya tersebut tidak akan berhasil apabila hanya dikerjakan oleh sektor kesehatan semata. Ia mengajak seluruh peserta rakor untuk memperkuat kolaborasi dan saling mendukung dalam pelaksanaan program. Arahan tersebut disampaikan sebagai pesan penting dari pimpinan daerah kepada seluruh jajaran.
Sofyan menjelaskan bahwa camat, lurah, kepala lingkungan, dan kader kesehatan memiliki peran penting dalam membantu Dinas Kesehatan serta puskesmas. Peran tersebut terutama berkaitan dengan upaya menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan. Aparatur di tingkat wilayah dinilai paling dekat dan mengenal kondisi warga di lingkungannya masing-masing. Kedekatan tersebut menjadi modal berharga untuk mengajak masyarakat mau menjalani skrining. Karena itu, sinergi antara tenaga kesehatan dan unsur kewilayahan dinilai sangat menentukan keberhasilan program.
Ia turut menyoroti masih adanya masyarakat yang enggan menjalani pemeriksaan karena kurangnya pemahaman mengenai pentingnya skrining. Sebagian warga juga disebut masih ragu terhadap pihak yang mengajak mereka mengikuti pemeriksaan tersebut. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan capaian skrining di lapangan. Rendahnya kesadaran masyarakat dapat menghambat upaya penemuan kasus sejak dini. Oleh sebab itu, pendekatan yang tepat dan persuasif sangat diperlukan dalam mengajak warga.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, keterlibatan kepala lingkungan dinilai sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sebagai figur yang dikenal warga, kepala lingkungan dapat membantu menjelaskan tujuan dan manfaat pemeriksaan secara lebih meyakinkan. Mereka juga dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan dini agar penyakit tidak berkembang lebih parah. Pendekatan berbasis kepercayaan ini diharapkan mampu mengurangi keraguan warga terhadap program pemerintah. Dengan begitu, partisipasi masyarakat dalam skrining TBC diharapkan meningkat secara bertahap.
Rakor tersebut sekaligus menjadi pijakan awal dalam pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Kota Medan. Konsep kelurahan siaga diharapkan dapat mendorong peran aktif masyarakat dan aparatur kelurahan dalam upaya pencegahan serta penanggulangan TBC. Melalui pembentukan ini, setiap kelurahan didorong memiliki kesiapan dalam melacak, mendampingi, dan menggerakkan warga untuk menjalani pemeriksaan. Pemerintah berharap kelurahan siaga dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kasus di tingkat paling bawah. Langkah ini dinilai selaras dengan upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, Pemko Medan berharap target penanggulangan TBC dapat tercapai secara lebih cepat dan efektif. Seluruh peserta rakor diminta menindaklanjuti hasil pertemuan dengan langkah nyata di wilayah masing-masing. Dukungan camat, lurah, kepala lingkungan, kader kesehatan, serta puskesmas dinilai menjadi penentu keberhasilan program ini. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu mengikuti pemeriksaan kesehatan yang disediakan pemerintah secara gratis. Dengan kolaborasi yang solid, Kota Medan diharapkan mampu menekan angka penularan TBC dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
