Bermula dari Video Viral Bocah Seberangi Pipa, Kini Warga Polonia Medan Punya Jembatan Gantung Garuda

Antusiasme Warga dan Harapan Perawatan Bersama

Medan — Suasana haru dan syukur menyelimuti Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (28/7/2026), saat Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Jalan Adisucipto, Gang Rel. Jembatan sepanjang 35 meter tersebut kembali menghubungkan tiga kecamatan sekaligus, yakni Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun, setelah akses lama di titik tersebut putus akibat banjir.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini bermula dari sebuah kisah yang sempat viral di media sosial, memperlihatkan anak-anak sekolah harus meniti pipa air untuk menyeberangi sungai demi berangkat menuju sekolah, setelah jembatan lama di lokasi tersebut rusak akibat banjir sejak 2024. Kondisi itu dinilai sangat berbahaya, karena mempertaruhkan keselamatan warga, terutama para pelajar yang setiap hari harus melintas menuju sekolah maupun pasar.

Wali Kota Rico Waas mengaku sempat meninjau langsung lokasi tersebut pada April lalu dan menyaksikan sendiri pemandangan anak-anak sekolah berbaris meniti pipa demi menyeberang. Ia menilai kondisi itu sangat membahayakan, sehingga mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan bergerak cepat berkoordinasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) setempat untuk segera mencarikan solusi.

Kisah tersebut turut menggugah Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa, yang mengaku tidak tega melihat warga mempertaruhkan nyawa hanya demi berangkat ke sekolah maupun ke pasar. Menurutnya, videonya yang viral di media sosial justru menjadi pemantik bagi TNI AD untuk mengambil sisi positif dan segera bertindak membantu masyarakat.

Proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda berlangsung relatif singkat, yakni sekitar 51 hari atau kurang lebih lima minggu, melibatkan sekitar 20 personel gabungan. Jembatan gantung ini memiliki panjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter, serta mampu menampung beban hingga 4 ton.

Menurut Pangdam Hendy Antariksa, kecepatan pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI Angkatan Darat, Pemko Medan, dan partisipasi masyarakat setempat. Pembangunan jembatan ini juga menjadi bagian dari program percepatan pembangunan 6.000 unit Jembatan Garuda yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di seluruh Indonesia. Ia menyebutkan, khusus di wilayah Sumatera Utara, Kodam I/Bukit Barisan telah mencatatkan 323 unit jembatan yang telah selesai maupun sedang dikerjakan sebagai bagian dari program tersebut.

Peresmian jembatan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pangdam I/BB dan Wali Kota Medan, sekaligus pembukaan resmi akses jembatan yang kini dapat digunakan masyarakat secara umum. Acara peresmian turut dihadiri Sultan Deli, Tuanku Mahmud Arya Lamanjiji, jajaran TNI AD, pimpinan perangkat daerah, sejumlah anggota dewan, serta ratusan warga setempat yang sejak pagi telah memadati lokasi peresmian.

Wali Kota Rico Waas dalam sambutannya menjelaskan bahwa jembatan lama di lokasi tersebut sebenarnya merupakan bekas jalur rel kereta api yang telah digunakan warga selama puluhan tahun sebagai penghubung dua kecamatan. Ia menegaskan kehadiran Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata bahwa koordinasi cepat dan sinergi antarlembaga mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat.

“Ini membuktikan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Medan dan TNI dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jembatan ini memang dibangun untuk warga yang sudah lama menantikannya,” kata Rico Waas.

Sejak pagi, warga sekitar lokasi, mulai dari anak-anak sekolah hingga ibu-ibu, tampak antusias menyambut peresmian jembatan tersebut. Banyak di antara mereka yang berebut mengabadikan momen dengan berswafoto bersama Pangdam dan Wali Kota Medan di lokasi peresmian.

Di sisi lain, sejumlah warga turut menyampaikan harapan agar jembatan baru ini dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) serta sistem pengamanan tambahan, mengingat kekhawatiran terhadap potensi kerusakan material besi seiring waktu penggunaan. Menanggapi hal tersebut, Pangdam Hendy Antariksa mengimbau warga untuk turut menjaga dan merawat infrastruktur yang berkapasitas maksimal 4 ton itu, termasuk mengatur kepadatan penggunaan saat kondisi ramai, agar jembatan dapat bertahan lebih lama dan tetap bermanfaat bagi masyarakat.

Pangdam I/BB turut menegaskan bahwa Kodam I/Bukit Barisan siap membantu pembangunan jembatan serupa di titik lain apabila terdapat akses masyarakat yang terputus akibat bencana alam maupun kondisi mendesak lainnya. Menurutnya, usulan pembangunan dapat disampaikan masyarakat melalui pemerintah daerah setempat maupun jajaran TNI di wilayah masing-masing, seperti Komando Distrik Militer (Kodim), agar dapat segera ditindaklanjuti.

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, memudahkan akses pendidikan bagi para pelajar, sekaligus mempererat hubungan antarwilayah yang kini kembali terhubung setelah sempat terputus akibat bencana banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *