
MEDAN – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh pelajar asal Kota Medan di kancah internasional. Sebanyak 24 siswa SMA YPSA Medan sukses mengharumkan nama Indonesia dalam ajang 8th World Invention, Competition, and Exhibition (WICE) 2026 yang digelar di SEGi University, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 hingga 24 September 2026. Ajang bergengsi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara dengan menampilkan beragam inovasi di bidang sains dan teknologi. Kehadiran para pelajar asal Medan tersebut menjadi salah satu representasi kuat Indonesia dalam kompetisi inovasi tingkat internasional tersebut. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing di panggung dunia.
Dalam ajang tersebut, tidak hanya satu tim yang berhasil meraih prestasi, melainkan empat tim sekaligus dari SMA YPSA Medan berhasil membawa pulang empat medali emas melalui berbagai inovasi yang mereka kembangkan. Setiap tim menghadirkan karya yang mengangkat persoalan nyata di lingkungan sekitar dengan pendekatan ilmiah dan teknologi terkini. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kualitas riset dan kreativitas siswa SMA YPSA Medan di tingkat internasional. Prestasi tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Kota Medan secara keseluruhan. Keempat inovasi tersebut dinilai mampu bersaing dengan karya-karya inovatif dari berbagai negara peserta lainnya.
Salah satu inovasi yang berhasil meraih medali emas ialah Cigadur Ecofold, sebuah karya yang mengolah limbah puntung rokok dan kulit durian menjadi kertas origami yang ramah lingkungan. Inovasi tersebut lahir dari keprihatinan para siswa terhadap permasalahan limbah yang kerap ditemui di lingkungan sekitar mereka. Melalui riset yang mendalam, para siswa berhasil menciptakan solusi kreatif dalam mengelola limbah tersebut menjadi produk yang bernilai guna. Karya tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai memiliki manfaat nyata bagi lingkungan. Keberhasilan tim Cigadur Ecofold membuktikan bahwa permasalahan lingkungan dapat diselesaikan melalui pendekatan inovatif dan kreatif.
Inovasi kedua yang turut meraih medali emas ialah FORESIGHT, sebuah teknologi pemantauan hutan yang dirancang untuk membantu mendeteksi aktivitas manusia, kebakaran, serta perubahan temperatur di kawasan hutan. Teknologi tersebut dikembangkan sebagai upaya preventif dalam menjaga kelestarian hutan dari berbagai ancaman kerusakan. Para siswa yang mengembangkan inovasi tersebut melakukan riset mendalam guna memastikan teknologi yang diciptakan dapat berfungsi secara optimal. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas dalam upaya pelestarian hutan di Indonesia. Keberhasilan tim FORESIGHT turut menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan dan kelestarian alam.
Selanjutnya, inovasi ketiga yang berhasil meraih medali emas ialah CHROMATIX, sebuah stiker pintar berbasis bahan alami yang berfungsi untuk memantau kualitas dan kesegaran makanan secara real-time. Inovasi tersebut dikembangkan guna menjawab kebutuhan masyarakat akan produk yang dapat membantu memastikan keamanan pangan secara praktis. Para siswa yang mengembangkan inovasi tersebut melakukan berbagai uji coba guna memastikan keakuratan fungsi stiker pintar tersebut. Inovasi ini dinilai memiliki nilai jual tinggi mengingat kebutuhan akan produk pemantau kesegaran makanan semakin meningkat. Keberhasilan tim CHROMATIX turut menunjukkan kemampuan siswa dalam menggabungkan sains dan teknologi guna menciptakan solusi praktis bagi masyarakat.
Inovasi keempat yang turut mengharumkan nama SMA YPSA Medan ialah FruitGuard, sebuah pelindung buah ramah lingkungan yang terbuat dari serat batang semu pisang sebagai alternatif pengganti plastik. Inovasi tersebut lahir dari keprihatinan para siswa terhadap penggunaan plastik yang berlebihan dalam kemasan produk pertanian. Melalui riset yang dilakukan, para siswa berhasil menciptakan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan namun tetap fungsional. Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai relevan dengan isu keberlanjutan lingkungan saat ini. Keberhasilan tim FruitGuard membuktikan bahwa bahan alami di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi solusi inovatif yang bernilai tinggi.
Keberhasilan meraih empat medali emas tersebut tidak lepas dari proses panjang yang dilalui oleh 24 siswa SMA YPSA Medan, mulai dari tahap pencarian ide, riset mendalam, hingga persiapan presentasi di panggung internasional. Setiap tim melakukan persiapan matang guna memastikan karya yang mereka hasilkan dapat dipresentasikan dengan baik di hadapan dewan juri internasional. Proses tersebut turut melibatkan bimbingan intensif dari para guru pembimbing yang mendampingi siswa sejak tahap awal pengembangan ide. Kerja keras dan kolaborasi yang terjalin antara siswa dan pembimbing menjadi kunci utama keberhasilan tersebut. Seluruh proses tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam mengembangkan kemampuan riset dan inovasi mereka.
Prestasi yang diraih oleh 24 siswa SMA YPSA Medan tersebut membuktikan bahwa inovasi hebat dapat lahir dari daerah, termasuk dari Kota Medan, dan mampu bersaing di tingkat dunia. Keberhasilan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa inovasi unggulan hanya dapat lahir dari kota-kota besar tertentu di Indonesia. Para siswa SMA YPSA Medan berhasil menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan bimbingan yang tepat, prestasi internasional dapat diraih dari mana saja. Prestasi tersebut turut menjadi motivasi bagi pelajar lainnya di Kota Medan untuk terus berinovasi dan berkarya. Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara secara keseluruhan.
Total keberhasilan yang diraih dalam ajang WICE 2026 tersebut mencakup empat tim, empat inovasi, dan empat medali emas yang berhasil dipersembahkan oleh siswa SMA YPSA Medan. Pencapaian tersebut menjadi salah satu prestasi tertinggi yang pernah diraih oleh sekolah tersebut di ajang kompetisi internasional. Keberhasilan tersebut turut menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang diterapkan di SMA YPSA Medan selama ini. Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh para siswa dan pembimbing. Prestasi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada ajang-ajang kompetisi internasional berikutnya.
Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai pihak atas keberhasilan 24 siswa SMA YPSA Medan dalam ajang WICE 2026 tersebut. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang telah berjuang keras hingga meraih prestasi membanggakan tersebut. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi di kancah internasional. Pihak sekolah juga berharap prestasi tersebut dapat memacu semangat siswa lainnya dalam mengembangkan potensi diri melalui riset dan inovasi. Selamat kepada seluruh siswa dan pembimbing SMA YPSA Medan atas prestasi gemilang yang telah dipersembahkan untuk Indonesia.
